Penolakan Pembangunan “Proyek Geopark” Terhadap Habitat Komodo

Pembangunan Proyek Geopark

Ilustrasi Komodo (Foto : Rulas Agustiar)

Jagad media sosial seperti twitter, baru-baru ini ramai akan perbincangan mengenai rencana pembangunan Jurassic Park atau Proyek Geopark seperti yang sempat trending beberapa hari lalu. Pembangunan tersebut berlokasi di Pulau Rinca bagian dari Taman Nasional Komodo.

Pulau Rinca sendiri adalah satu pulau yang merupakan habitat dari Komodo, yang termasuk hewan langka dan habitatnya harus dilindungi.

Berbagai kalangan aktivis lingkungan, masyarakat dan elemen lain menentang adanya pembangunan di area tersebut. Pembangunan ini juga menjadi sorotan publik, dan berbagai media berita.

Penolakan pembangunan ini, menjadi ramai diperbincangkan dan mendapat penolakan, setelah sebuah gambar yang viral di media sosial pekan lalu. Gambar tersebut memperlihatkan seekor komodo yang berhadapan dengan truk besar.

Sebuah Truk berhadapan dengan seekor Komodo (Foto : Instagram/Gregoriusafioma

Melansir dri kompas.com edisi 26 Oktober 2020, dengan judul berita “Pemerintah Buka Suara Soal Polemik Foto Komodo”, Setelah meluasnya foto tersebut, Kementerian PUPR akhirnya buka suara. Proyek geopark tersebut adalah bagian dari pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Atas adanya rencana pembangunan ini, menambah deretan isu permasalahan  yang terjadi pada taun 2020 dan menjadi pembahasan yang berkelanjutan dari kalangan aktivis lingkungan, masyarakat dan lainya. 

Banyak kalangan yang menolak adanya pembangunan, karena bisa saja mengakibatkan hilangnya habitat asli dari Komodo, dan berdampak pada masyarakat sekitar. Serta berpeluang menjadi area kepentingan investasi para pemodal bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *