Petaka UU Cipta Kerja (Omnibus Law), Seperti Apa?

orasi penolakan UU Cipta Kerja

Aksi Penolakan Omnibus Law (Foto : Maarif )

Ditengah pandemi yang masih berlangsung, berbagai lapisan masyarakat menolak secara tegas Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) dengan turun aksi secara langsung, Yang tersebar di berbagai daerah.

Salah satu diantaranya adalah aksi ribuan massa Aliansi Rakyat Tegal yang terdiri dari Mahasiswa, Pelajar, Masyarakat Umum atau Pekerja, di halaman depan DPRD Kota Tegal, pada Kamis siang, 8 Oktober 2020.

Aksi yang dilakukan merupakan buntut setelah disahkannya RUU Cipta Kerja menjadi UU oleh DPR RI, pada 5 Oktober 2020.

Lantas, seperti apa UU tersebut? sehingga membuat masyarakat melakukan aksi.

Salah satu peserta aksi yaitu Untung, mengatakan “pertama dengan ditetapkannya UU ini, kita bisa melihat bahwa sahnya negara baik eksekutif atau legislatif  sudah tidak lagi mengedepankan keinginan orang banyak atau masyarakat”.

Ia juga menambahkan “dan kita bisa melihat jelas, motif ditetapkannya UU ini untuk kepentingan investasi. Dimana pemodal yang diuntungkan dan rakyat kita dijual tenaganya, dan tanah kita digadaikan. Secara prinsip sebetulnya sudah melanggar Pancasila, kita sudah tidak punya lagi kedaulatan, atas tanah diri sendiri dan bangsa sendiri,” tegasnya.

Disinggung mengenai keikutsertaan anak-anak sekolah, Untung mengatakan “bagi ku itu adalah representasi atau perwakilan dari keresahan masyarakat yang ada”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *